Menebar Manfaat dari Desa: Pengalaman KKN Mandiri di Adipura Kencana
Menebar
Manfaat dari Desa: Pengalaman KKN Mandiri di Adipura Kencana
Oleh
: Ardovi Sefta Putra
Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
E-mail:
seftaputraardovi@gmail.com
Kuliah
Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada
masyarakat
Gambar
1
Desa
yang Hangat dan Penuh Kebersamaan
Desa
Adipura Kencana terletak tidak jauh dari pusat aktivitas perkotaan, namun
nuansa kehidupan masyarakatnya masih kental dengan nilai tradisi pedesaan.
Warganya ramah, terbuka, dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi
Saat
pertama kali menginjakkan kaki di desa ini, saya disambut dengan senyum hangat
masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN dianggap sebagai bagian penting untuk
membantu pembangunan, meskipun dalam lingkup yang kecil
Program
Kerja Pertama: Memasang Plang Kuburan
Salah
satu program kerja yang saya jalankan adalah memasang plang kuburan.
Program ini muncul dari kebutuhan masyarakat untuk menandai lokasi pemakaman
agar lebih tertata dan mudah dikenali. Kuburan bukan hanya sekadar tempat
peristirahatan terakhir, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual bagi
masyarakat.
Gambar
2
Melalui
pembuatan dan pemasangan plang, saya belajar bahwa hal kecil dapat memiliki
makna besar. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda, namun sekaligus sebagai
bentuk penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita. Saat proses
pemasangan berlangsung, beberapa warga ikut membantu, baik dalam mempersiapkan
lahan, membawa peralatan, maupun sekadar memberi dukungan moral.
Kebersamaan
dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu dalam
bentuk besar dan mewah. Justru, kepedulian itu tampak nyata dari usaha
sederhana yang dilakukan bersama-sama. Saya merasa bahwa kehadiran saya sebagai
mahasiswa KKN bisa memberikan kontribusi nyata, meski hanya berupa plang
sederhana.
Program
Kerja Kedua: Mengajar di Madrasah
Selain
memasang plang kuburan, program kerja utama lainnya adalah mengajar di
madrasah. Mengajar menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus
menantang. Madrasah di desa ini dipenuhi anak-anak yang memiliki semangat
belajar tinggi, meskipun dengan keterbatasan fasilitas.
Gambar
3
Setiap
kali masuk kelas, saya berusaha bukan hanya menyampaikan materi pelajaran,
tetapi juga menanamkan semangat belajar, kedisiplinan, serta nilai-nilai
keagamaan. Saya sadar bahwa peran mahasiswa KKN bukan hanya sekadar menjadi
pengganti guru, melainkan juga motivator yang menginspirasi para siswa.
Tantangan
terbesar adalah menyesuaikan metode mengajar dengan kondisi anak-anak yang
heterogen. Ada siswa yang cepat menangkap materi, namun ada juga yang butuh
pendekatan lebih sabar. Dari situ saya belajar bahwa mengajar bukan hanya soal
menyampaikan ilmu, tetapi juga bagaimana membangun kedekatan emosional dengan
murid.
Momen
yang paling membahagiakan adalah ketika anak-anak tersenyum setelah memahami
pelajaran, atau saat mereka bersemangat mengikuti doa bersama sebelum dan
sesudah belajar. Saya merasa bahwa keberadaan saya meski singkat, mampu memberi
kesan dan motivasi kecil untuk masa depan mereka.
Makna
Pengabdian dari Dua Program Sederhana
Dua
program kerja yang saya lakukan mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan
dengan program besar seperti pembangunan fisik atau kegiatan sosial berskala
besar. Namun, dari sinilah saya belajar bahwa pengabdian tidak diukur dari
besar kecilnya program, melainkan dari ketulusan niat dan manfaat yang
dirasakan masyarakat.
Plang
kuburan menjadi simbol kepedulian terhadap tradisi dan penghormatan kepada
leluhur, sementara mengajar di madrasah menjadi simbol kepedulian terhadap masa
depan generasi muda. Kedua program tersebut mengajarkan saya bahwa membangun
desa bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang nilai sosial,
spiritual, dan pendidikan.
Tantangan
dan Pembelajaran
Selama
menjalankan KKN, tentu tidak lepas dari tantangan. Dalam memasang plang
kuburan, tantangan utamanya adalah menyesuaikan dengan kondisi medan yang tidak
selalu rata serta keterbatasan peralatan. Namun, dengan gotong royong bersama
masyarakat, semua dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam
mengajar, tantangan terbesar adalah keterbatasan fasilitas belajar. Ada kalanya
buku tidak cukup untuk semua siswa, atau papan tulis yang kurang memadai.
Namun, saya belajar untuk berimprovisasi, menggunakan metode interaktif, dan
memanfaatkan apa yang ada secara maksimal.
Dari
tantangan tersebut, saya belajar tentang arti kesabaran, keikhlasan, dan
kreativitas. Pengabdian di desa telah menempa saya untuk lebih tangguh dan siap
menghadapi realitas kehidupan di luar kampus.
Refleksi
Pribadi: Menebar Manfaat, Memetik Hikmah
Pengalaman
KKN Mandiri di Desa Adipura Kencana membuat saya semakin yakin bahwa ilmu yang
kita pelajari di bangku kuliah harus dibarengi dengan pengabdian nyata.
Mahasiswa tidak boleh hanya sibuk dengan teori, tetapi juga harus turun ke
masyarakat untuk menebarkan manfaat.
Saya
belajar bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar gelar, tetapi juga
tentang membangun kesadaran sosial. Sering kali, kita merasa kecil dan tidak
berdaya. Namun, dari pengalaman ini saya menyadari bahwa sekecil apa pun
tindakan kita, jika dilakukan dengan niat tulus, dapat membawa perubahan.
KKN
ini juga memperkuat pemahaman saya bahwa kebermanfaatan itu tidak harus
menunggu besar. Satu plang kuburan dan satu kelas madrasah saja sudah cukup
menjadi ladang amal jika dilakukan dengan ikhlas.
Penutup
KKN
Mandiri 2025 di Desa Adipura Kencana bukan hanya memberikan kesempatan bagi
saya untuk berkontribusi, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang sangat
berharga. Dua program sederhana—memasang plang kuburan dan mengajar
di madrasah—telah mengajarkan saya makna kebersamaan, kepedulian sosial,
dan pentingnya pendidikan bagi masa depan.
Dari
desa yang sederhana ini, saya belajar bahwa pengabdian tidak harus menunggu
momen besar, tetapi dapat dimulai dari hal kecil yang membawa manfaat nyata.
Sebagaimana pepatah mengatakan, “sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat bagi orang lain.”
Semoga
pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus menebarkan manfaat, di manapun
kita berada. Desa Adipura Kencana telah memberi saya ruang belajar yang
sesungguhnya: tentang kehidupan, kebersamaan, dan pengabdian.
Referemsi
Eka Putra, Soni, S.,
Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023). Optimalisasi Peran
Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Riau Dalam
Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2),
226–233. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035
Risma Sintiya Dewi,
Pramita Khanifatul, Muhammad Akhdan, Den Ayu, Elinda Novita Dewi, Midian
Savella, Herxi Thovan, & Kasmuri Kasmuri. (2024). Optimalisasi Peran
Mahasiswa Kkn Dalam Bidang Peningkatan Pendidikan Di Desa Kangkung. Pemberdayaan
Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial, 1(3), 16–23.
https://doi.org/10.62383/aksisosial.v1i3.400
Triyani, B., & Hani
Salmalina, F. (n.d.). PERAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN DI KAMPUNG NIRBITAN
TIPES. MENCARI FORMAT PENGABDIAN INTERNASIONAL SESUAI KEBUTUHAN
BANGSA INDONESIA.
Zahara, L., Yogisti,
U., Defiami, A., Fortuna, I. M., Apprila, M., & Syaputra, A. (2025).
PARTISIPASI MAHASISWA KKN UNP DALAM MEMBANTU PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN 08
NAGARI INDUDUR. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02),
342–354.
Lampiran
Komentar
Posting Komentar