Menebar Manfaat dari Desa: Pengalaman KKN Mandiri di Adipura Kencana

 

Menebar Manfaat dari Desa: Pengalaman KKN Mandiri di Adipura Kencana

Oleh : Ardovi Sefta Putra

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

E-mail: seftaputraardovi@gmail.com

 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat(Risma Sintiya Dewi et al., 2024). Bagi mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, KKN bukan sekadar kegiatan wajib akademik, melainkan juga wadah pembelajaran sosial yang mendekatkan mereka dengan realitas kehidupan masyarakat. Tahun 2025, saya berkesempatan mengikuti KKN Mandiri di Desa Adipura Kencana, sebuah desa yang sederhana namun sarat dengan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong(Eka Putra et al., 2023). Melalui program kerja yang dirancang secara sederhana, yakni memasang plang kuburan dan mengajar di madrasah, saya merasakan betapa besar arti kebermanfaatan, meskipun dari langkah kecil.

Gambar 1

Desa yang Hangat dan Penuh Kebersamaan

Desa Adipura Kencana terletak tidak jauh dari pusat aktivitas perkotaan, namun nuansa kehidupan masyarakatnya masih kental dengan nilai tradisi pedesaan. Warganya ramah, terbuka, dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi(Triyani & Hani Salmalina, n.d.). Kehidupan masyarakatnya sederhana, namun di balik kesederhanaan itu terdapat kekayaan nilai sosial yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang datang untuk belajar dan berbaur.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di desa ini, saya disambut dengan senyum hangat masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN dianggap sebagai bagian penting untuk membantu pembangunan, meskipun dalam lingkup yang kecil(Zahara et al., 2025). Sambutan itu membuat saya merasa diterima dengan tangan terbuka, seolah-olah saya bukan orang luar, melainkan bagian dari keluarga besar Desa Adipura Kencana.

Program Kerja Pertama: Memasang Plang Kuburan

Salah satu program kerja yang saya jalankan adalah memasang plang kuburan. Program ini muncul dari kebutuhan masyarakat untuk menandai lokasi pemakaman agar lebih tertata dan mudah dikenali. Kuburan bukan hanya sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat.

Gambar 2

Melalui pembuatan dan pemasangan plang, saya belajar bahwa hal kecil dapat memiliki makna besar. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda, namun sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita. Saat proses pemasangan berlangsung, beberapa warga ikut membantu, baik dalam mempersiapkan lahan, membawa peralatan, maupun sekadar memberi dukungan moral.

Kebersamaan dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu dalam bentuk besar dan mewah. Justru, kepedulian itu tampak nyata dari usaha sederhana yang dilakukan bersama-sama. Saya merasa bahwa kehadiran saya sebagai mahasiswa KKN bisa memberikan kontribusi nyata, meski hanya berupa plang sederhana.

Program Kerja Kedua: Mengajar di Madrasah

Selain memasang plang kuburan, program kerja utama lainnya adalah mengajar di madrasah. Mengajar menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus menantang. Madrasah di desa ini dipenuhi anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi, meskipun dengan keterbatasan fasilitas.

Gambar 3

Setiap kali masuk kelas, saya berusaha bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menanamkan semangat belajar, kedisiplinan, serta nilai-nilai keagamaan. Saya sadar bahwa peran mahasiswa KKN bukan hanya sekadar menjadi pengganti guru, melainkan juga motivator yang menginspirasi para siswa.

Tantangan terbesar adalah menyesuaikan metode mengajar dengan kondisi anak-anak yang heterogen. Ada siswa yang cepat menangkap materi, namun ada juga yang butuh pendekatan lebih sabar. Dari situ saya belajar bahwa mengajar bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tetapi juga bagaimana membangun kedekatan emosional dengan murid.

Momen yang paling membahagiakan adalah ketika anak-anak tersenyum setelah memahami pelajaran, atau saat mereka bersemangat mengikuti doa bersama sebelum dan sesudah belajar. Saya merasa bahwa keberadaan saya meski singkat, mampu memberi kesan dan motivasi kecil untuk masa depan mereka.

Makna Pengabdian dari Dua Program Sederhana

Dua program kerja yang saya lakukan mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan program besar seperti pembangunan fisik atau kegiatan sosial berskala besar. Namun, dari sinilah saya belajar bahwa pengabdian tidak diukur dari besar kecilnya program, melainkan dari ketulusan niat dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Plang kuburan menjadi simbol kepedulian terhadap tradisi dan penghormatan kepada leluhur, sementara mengajar di madrasah menjadi simbol kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Kedua program tersebut mengajarkan saya bahwa membangun desa bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang nilai sosial, spiritual, dan pendidikan.

Tantangan dan Pembelajaran

Selama menjalankan KKN, tentu tidak lepas dari tantangan. Dalam memasang plang kuburan, tantangan utamanya adalah menyesuaikan dengan kondisi medan yang tidak selalu rata serta keterbatasan peralatan. Namun, dengan gotong royong bersama masyarakat, semua dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam mengajar, tantangan terbesar adalah keterbatasan fasilitas belajar. Ada kalanya buku tidak cukup untuk semua siswa, atau papan tulis yang kurang memadai. Namun, saya belajar untuk berimprovisasi, menggunakan metode interaktif, dan memanfaatkan apa yang ada secara maksimal.

Dari tantangan tersebut, saya belajar tentang arti kesabaran, keikhlasan, dan kreativitas. Pengabdian di desa telah menempa saya untuk lebih tangguh dan siap menghadapi realitas kehidupan di luar kampus.

Refleksi Pribadi: Menebar Manfaat, Memetik Hikmah

Pengalaman KKN Mandiri di Desa Adipura Kencana membuat saya semakin yakin bahwa ilmu yang kita pelajari di bangku kuliah harus dibarengi dengan pengabdian nyata. Mahasiswa tidak boleh hanya sibuk dengan teori, tetapi juga harus turun ke masyarakat untuk menebarkan manfaat.

Saya belajar bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar gelar, tetapi juga tentang membangun kesadaran sosial. Sering kali, kita merasa kecil dan tidak berdaya. Namun, dari pengalaman ini saya menyadari bahwa sekecil apa pun tindakan kita, jika dilakukan dengan niat tulus, dapat membawa perubahan.

KKN ini juga memperkuat pemahaman saya bahwa kebermanfaatan itu tidak harus menunggu besar. Satu plang kuburan dan satu kelas madrasah saja sudah cukup menjadi ladang amal jika dilakukan dengan ikhlas.

Penutup

KKN Mandiri 2025 di Desa Adipura Kencana bukan hanya memberikan kesempatan bagi saya untuk berkontribusi, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga. Dua program sederhana—memasang plang kuburan dan mengajar di madrasah—telah mengajarkan saya makna kebersamaan, kepedulian sosial, dan pentingnya pendidikan bagi masa depan.

Dari desa yang sederhana ini, saya belajar bahwa pengabdian tidak harus menunggu momen besar, tetapi dapat dimulai dari hal kecil yang membawa manfaat nyata. Sebagaimana pepatah mengatakan, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus menebarkan manfaat, di manapun kita berada. Desa Adipura Kencana telah memberi saya ruang belajar yang sesungguhnya: tentang kehidupan, kebersamaan, dan pengabdian.

Referemsi

Eka Putra, Soni, S., Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023). Optimalisasi Peran Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Riau Dalam Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2), 226–233. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035

Risma Sintiya Dewi, Pramita Khanifatul, Muhammad Akhdan, Den Ayu, Elinda Novita Dewi, Midian Savella, Herxi Thovan, & Kasmuri Kasmuri. (2024). Optimalisasi Peran Mahasiswa Kkn Dalam Bidang Peningkatan Pendidikan Di Desa Kangkung. Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial, 1(3), 16–23. https://doi.org/10.62383/aksisosial.v1i3.400

Triyani, B., & Hani Salmalina, F. (n.d.). PERAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN DI KAMPUNG NIRBITAN TIPES. MENCARI FORMAT PENGABDIAN INTERNASIONAL  SESUAI KEBUTUHAN BANGSA INDONESIA.

Zahara, L., Yogisti, U., Defiami, A., Fortuna, I. M., Apprila, M., & Syaputra, A. (2025). PARTISIPASI MAHASISWA KKN UNP DALAM MEMBANTU PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN 08 NAGARI INDUDUR. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 342–354.

 


 

Lampiran

Komentar